Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Daftar Repository Lokal Ubuntu 16.04 LTS

Seperti yang pernah saya bahas di artikel sebelumnya tentang Repository Lokal Ubuntu 14.04, bahwasannya pengertian dari Repository itu merupakan suatu kumpulan dari berbagai macam aplikasi atau program untuk sistem operasi linux. Masih bingung?? Oke logikanya begini, sistem operasi Linux itu terbagi menjadi beberapa distro. Distro disini maksudnya adalah varian dari OS Linux, sebagai contoh Ubuntu, Linux Mint, ZorinOS, CentOS, dll. Nah, fungsi dari repository disini yaitu untuk membedakan paket-paket aplikasi dari berbagai distro Linux. Paket-paket aplikasi tersebut dikumpulkan menjadi satu kemudian digunakan untuk menginstall beberapa aplikasi yang dibutuhkan. Repository sendiri bisa disimpan di web server atau ftp server dan ada juga yang disimpan di kepingan CD/DVD. Untuk menginstall aplikasi Linux kita perlu menambahkan lokasi repository di dalam file sources.list yang berada di direktori /etc/apt. Biasanya saya lebih suka memakai repository yang tersimpan di web server atau ftp server karena pemakaiannya lebih efisien. Jika ingin memakai repo CD/DVD kita harus mendownload file ISO-nya dulu baru diburning. Padahal ukuran file ISO-nya rata-rata besar. Hal itu perlu memakan waktu cukup lama (tergantung koneksinya juga sih :D). Lain halnya di web server ataupun ftp server, kita hanya perlu menambahkan alamat reponya di file sources.list.


Pada repository Linux pasti ada istilah Main, Restricted, Universe, dan Multiverse. Untuk pengertian dari keempat istilah tersebut ada di bawah ini.

- Main adalah software yang didukung secara resmi. 
- Restricted adalah software yang didukung, namun tidak berada dalam lisense dengan penuh. 
- Universe adalah software yang dikelola oleh komunitas-komunitas ubuntu. 
- Multiverse adalah software yang tidak gratis alias berbayar

Syarat untuk menambahkan repository di dalam file sources.list adalah Anda harus login sebagai root ketika memakai terminal. Ketikkan saja "sudo gedit /etc/apt/sources.list", gedit disini berfungsi sebagai teks editor seperti notepad. Nah, berikut ini daftar repository lokal Ubuntu 16.04 LTS yang masih aktif :

Repo dari Universitas Indonesia

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-updates main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-security main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-backports main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ xenial-proposed main restricted universe multiverse

Repo dari Institut Teknologi Bandung

deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu xenial main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu xenial-updates main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu xenial-security main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu xenial-backports main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu xenial-proposed main restricted universe multiverse


Note : Apabila ada repo yang tidak aktif, mohon konfirmasi lewat komentar ya :)

Perbedaan Ubuntu LTS dan Ubuntu Non LTS

Sekali mendengar kata Ubuntu sebagian orang pasti berpikiran tentang LTS atau non LTS. Apa itu LTS dan apa itu non LTS ?? Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya Ubuntu itu dibagi menjadi 2 macam menurut masa dukungannya yaitu Ubuntu LTS dan non LTS.

Lalu apa yang dimaksud dengan LTS ??
Nah, LTS sendiri merupakan singkatan dari Long Term Support (dukungan jangka panjang) yang dirilis tiap 2 tahun sekali. Label LTS disini mengindikasikan bahwa versi Ubuntu tersebut akan mendapat support dari developer selama 3 tahun (5 tahun untuk Ubuntu server).

Terus perbedaan dengan non LTS itu apa ??
Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa Ubuntu versi LTS akan mendapat support dari para developer selama 3 sampai 5 tahun. Lain halnya dengan non LTS, masa dukungan untuk versi non LTS hanya mencapai 18 bulan. Tetapi hal tersebut bukan berarti non-LTS tidak bisa dipakai melebihi 18 bulan, hanya saja non-LTS memiliki kemampuan yang tidak stabil dibandingkan dengan versi LTS.

ubuntu

Versi apa saja yang termasuk Ubuntu LTS ??
Berikut ini list dari Ubuntu LTS beserta codenamenya :
- Ubuntu 6.06 LTS   (Dapper Drake)
- Ubuntu 8.10 LTS   (Intrepid Ibex)   
- Ubuntu 10.04 LTS (Lucid Lynx)
- Ubuntu 12.04 LTS (Precise Pangolin)
- Ubuntu 14.04 LTS (Trusty Tahr)

Dari list di atas, versi manakah yang masih disupport sampai sekarang ??
Menurut beberapa sumber di internet, versi LTS yang masih disupport sampai sekarang hanyalah Ubuntu 12.04 LTS dan Ubuntu 14.04 LTS. Akan tetapi, saya sarankan untuk memakai Ubuntu 14.04 LTS karena ada pembaruan fitur di versi tersebut yang tidak ada di Ubuntu 12.04 LTS.

ubuntu

Apakah ada versi LTS terbaru yang akan dirilis di tahun 2016 ini ??
Seharusnya sih ada kalau melihat history dari versi sebelumnya. Versi-versi sebelumnya dirilis tiap 2 tahun sekali. Nah ini sudah sampai 2 tahun, kemungkinan sebentar lagi akan ada perilisan versi terbaru dari Ubuntu LTS.

Aplikasi Yang Wajib Anda Install di Ubuntu

Tidak dipungkiri lagi bahwa penggunaan linux dari tahun ke tahun semakin meningkat drastis. Hal itu terjadi karena adanya sosialisasi dan seminar tentang software open source. Dengan memakai software open source, kita bisa melakukan kegiatan apapun tanpa dipungut biaya dan tak perlu khawatir kalau ada razia software bajakan. Begitu pun dengan Ubuntu, Ubuntu termasuk sistem operasi berbasis open source. Untuk mendapatkan file ISO-nya cukup dengan mendownload melalui  alamat www.ubuntu.com/download atau bisa juga mengcopy dari teman yang sudah download. Namanya juga open source, semua serba bebas dan gratis.

Perlu Anda ketahui, Ubuntu sendiri merupakan linux turunan Debian dan bisa digunakan di laptop, desktop, server, maupun perangkat mobile. OS ini pertama kali diluncurkan ke publik pada tahun 2004 oleh Mark Shuttleworth pemilik perusahaan Canonical Ltd yang membentuk suatu grup open source dengan tujuan membuat distro baru berbasis Debian. Sejak pertama kali diluncurkan, sebanyak lebih dari 12.000 orang telah mencoba Ubuntu dan angka tersebut terus melonjak dari tahun ke tahun hingga akhirnya menjadikan Ubuntu sebagai distro linux terpopuler di dunia. Nah karena saking populernya, tidak sedikit loh orang awam yang tertarik menggunakan Ubuntu. Pada awalnya sih memang agak susah, tergantung kitanya aja mau nggak mempelajari Ubuntu. Kalau mau alhamdulillah, kalau nggak mau ya sudah pengetahuan tentang Ubuntu tidak akan berkembang.
 

Oh ya ngomong-ngomong, pernahkah Anda menginstall Ubuntu?? Kalau pernah, aplikasi apa saja yang Anda install?? Mungkin bagi beberapa orang tentunya sudah paham aplikasi apa saja yang wajib diinstall di OS tersebut. Tapi bagaimana dengan nasib pengguna baru? Nah, pada postingan kali ini saya akan mencoba menjelaskan tentang daftar aplikasi yang wajib diinstall di Ubuntu. Berikut ini penjelasannya.

- Chromium Web Browser
Browser ini wajib diinstall untuk jaga-jaga apabila terjadi error pada Firefox. Berkat keringanan dan kecepatannya, Chromium menjadi salah satu browser terfavorit bagi pengguna linux khususnya Ubuntu. Cara menginstallnya pun cukup mudah. Bisa dari Ubuntu Software Center dan juga bisa lewat terminal. Untuk cara install lewat Ubuntu Software Center cukup ketikkan "chromium" di kotak pencarian, lalu enter. Kemudian klik pada Chromium Web Browser dan klik Install. Sedangkan cara install lewat terminal bisa memakai perintah "sudo apt-get install chromium-browser".

- VLC Media Player
VLC Media Player merupakan salah satu aplikasi pemutar film/video yang terpopuler di kalangan pengguna linux maupun windows. Anda tidak akan rugi jika menginstall VLC karena keunggulan dari aplikasi ini lumayan banyak. Diantaranya yaitu mendukung semua format file audio video, dapat memutar file musik, dapat mengkonversi file audio maupun video, support streaming online, dan masih banyak lagi. Untuk pengguna Ubuntu yang ingin mencobanya, cukup ketikkan perintah "sudo apt-get install vlc" di terminal. Perintah tersebut juga berlaku untuk linux berbasis Debian atau turunan dari Ubuntu seperti Linux Mint, Zorin OS, ElementaryOS, dll.

- Ubuntu Restricted Extras
Di Ubuntu Restricted Extras terdapat beberapa paket plugin yang berfungsi untuk memutar file audio video dan menjalankan animasi flash. Kalau tidak diinstall maka tidak dapat memutar beberapa file musik atau film dan ketika mengakses halaman web yang memakai animasi flash, animasi tersebut tidak akan tampil. Nah, cara installnya pun cukup simple. Ketikkan "sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras" di terminal.

- Audacious (Aplikasi Pemutar Musik)
Sebenarnya di Ubuntu sudah ada aplikasi pemutar musik bawaan yang bernama Rhythmbox. Namun terkadang aplikasi tersebut mengalami error saat pertama kali dijalankan setelah login di Ubuntu. Sebagai alternatifnya cobalah aplikasi Audacious. Di Audacious manajemen playlistnya lebih user friendly dan pengguna sangat dimudahkan memakai fitur-fitur yang ada di aplikasi ini. Nah, bagi Anda yang ingin mencoba aplikasi ini cukup ketikkan "sudo apt-get install audacious" di terminal.

- Cairo Dock
Dari namanya saja terdengar tidak asing lagi kalau fungsi dari Cairo Dock mirip seperti dock di Mac OS X milik Apple. Mungkin menurut beberapa orang fungsi Cairo Dock tidak begitu penting. Akan tetapi menurut saya aplikasi ini wajib diinstall di Ubuntu karena bisa digunakan sebagai jalur alternatif untuk mengakses file atau aplikasi tertentu dan juga untuk mempercantik tampilan desktop. Cara installnya cukup mudah, buka terminal lalu ketikkan "sudo apt-get install cairo-dock".

- WPS Office
Seperti LibreOffice, aplikasi WPS Office juga berfungsi untuk membuat maupun mengedit file dokumen, powerpoint, dan excel. Di Ubuntu, LibreOffice termasuk aplikasi preinstalled atau aplikasi yang sudah terpasang otomatis. Namun menurut beberapa sumber, fitur-fitur di Libre Office tidak sekomplit di WPS Office. Daripada penasaran apakah sumber tersebut benar atau tidak langsung saja download paket WPS Office-nya melalui alamat http://wps-community.org/downloads. Pilihlah paket yang berekstensi .deb karena Ubuntu termasuk turunan Debian. Jika proses downloadnya selesai, copy file .deb tadi ke home directory contoh /home/kharisma. Lalu buka terminal dan ketikkan perintah "sudo dpkg -i namafile.deb". Sesuaikan dengan nama file paket WPS Office-nya yang ada di home directory Anda.

- Ubuntu Tweak
Aplikasi yang satu ini sebenarnya tidak dianjurkan bagi pemula tapi ditujukan bagi pengguna expert. Ubuntu Tweak disini berfungsi untuk melakukan tweaking atau pengaturan tema, icon, font, dan juga editing repository. Berhati-hatilah saat menggunakan aplikasi ini karena jika ada kesalahan ketika melakukan tweaking maupun editing repository bisa berakibat fatal. Nah, bagi yang berminat menginstall Ubuntu Tweak, silahkan download paketnya melalui alamat www.ubuntu-tweak.com. Cara installnya sama seperti instalasi WPS Office, cukup ketikkan "sudo dpkg -i namafile.deb" di terminal. Tapi jangan lupa pindahkan file .deb tadi ke home directory Anda.

Cukup sampai disini dulu penjelasan dari saya. Apabila ada kesalahan kata/kalimat yang mungkin menyinggung para pembaca sekalian mohon dimaafkan. Terima kasih telah menyempatkan waktu untuk berkunjung di blog ini. Sampai bertemu di postingan selanjutnya. Selamat bekerja dan semoga hari Anda menyenangkan.

Beberapa Distro Linux Turunan Ubuntu

Berkat kepopulerannya dalam menggaet para penggiat open source, Ubuntu menjadi salah satu pemain utama dalam program remastering linux. Perlu Anda ketahui Remastering Linux merupakan suatu cara membuat distro linux baru sesuai keinginan si pembuatnya. Mulai dari komunitas sampai individual pun berlomba-lomba membuat distro baru sesuai keinginan mereka. Ada yang membuat distro linux khusus pendidikan, hacking, gaming, dan juga distro untuk segi estetika. Menurut survey saya, kebanyakan para remaster linux memakai Ubuntu sebagai basicnya. Oleh karena itu saya akan sharing beberapa distro linux turunan Ubuntu. Berikut ini ulasannya.

1. Linux Mint

Linux Mint

Linux Mint merupakan distro linux turunan Ubuntu yang paling populer menurut DistroWatch. Di website tersebut Linux Mint menduduki peringkat pertama. Untuk DE-nya ada 2 pilihan yaitu memakai Cinnamon atau MATE. OS ini sudah mendukung arsitektur 64-bit. Untuk mengetahui versi terbarunya, kunjungi saja link berikut ~> www.linuxmint.com.

2. ElementaryOS (eOS)

ElementaryOS

ElementaryOS merupakan sebuah distro linux berbasiskan Ubuntu. Distro ini menggunakan desktop environment-nya sendiri yang bernama Pantheon dan terintegrasi dengan aplikasi bawaan elementary OS lainnya, seperti Plank (sebuah dock-bar berbasiskan Docky), peramban web Midori, dan Scratch (teks editor yang sederhana). Kepopuleran dari ElementaryOS ini karena segi tampilannya yang menawan dan enak dipandang. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang ElementaryOS baca artikelnya disini ~> 
https://elementary.io

3. ZorinOS
ZorinOS

Zorin OS merupakan distro linux berbasis Ubuntu yang diperuntukan bagi pengguna Windows yang mau migrasi ke Linux. Mempunyai antarmuka grafis yang mirip dengan sistem operasi Windows dan mempunyai banyak aplikasi yang biasanya ada di sistem operasi Windows. Tujuan utama dikembangkannya distro ini adalah sebagai alternatif Linux bagi pengguna Windows dan membuat pengguna Windows dapat menikmati seluruh fitur yang dimiliki oleh Linux tanpa kesulitan. Website resminya ~> http://www.zorin-os.com

4. Edubuntu



Dari namanya saja sudah jelas tujuan dibuat distro ini untuk apa. Yaps, betul. Distro ini dibuat untuk sarana pembelajaran. Edubuntu, Educational Ubuntu. Ubuntu khusus untuk pendidikan. Di dalam distro ini sudah include beragam aplikasi pendidikan, diantaranya : Marble, TuxPaint, GCompris, Kalzium, dan masih banyak lagi. Untuk mengetahui Edubuntu lebih mendalam kunjungi saja website resminya ~> https://www.edubuntu.org

5. GrombyangOS (grOS)


Untuk distro yang satu ini memang belum setenar Linux Mint, ElementaryOS, ZorinOS, ataupun Edubuntu. Grombyang OS merupakan hasil pengembangan atau remastering salah satu distro Linux yakni Ubuntu-mini-remix 14.04.1. Grombyang OS atau biasa di sebut dengan grOS di desain sebagai sistem operasi berbasis pendidikan, yang mana di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan aplikasi pendidikan seperti LibreOffice, Kalzium, BKchem, KAlgebra, KBruch, KGeography, Othman Quran Browser. Selain itu Grombyang OS juga dilengkapi dengan aplikasi multimedia meliputi audio dan video. Dan yang paling menarik, grOS dibuat oleh komunitas penggiat linux asli Indonesia. Website resminya ~> https://www.grombyang.or.id.

6. Lubuntu


Lubuntu merupakan linux turunan Ubuntu menggunakan X11 Desktop Environment ( LXDE ) sebagai GUI default. Tujuannya adalah untuk menyediakan distribusi yang sangat ringan, dengan semua keuntungan dari dunia Ubuntu (repositori, dukungan, dll). Lubuntu ditargetkan pada komputer maupun laptop dengan spesifikasi rendah. Website resminya ~> http://lubuntu.net.

7. Kubuntu


Kubuntu merupakan varian resmi dari Ubuntu yang menggunakan KDE sebagai lingkungan desktopnya. Kubuntu didistribusikan secara gratis dan bisa didapatkan secara cuma-cuma dengan mendownload di website resminya. Sebagai tambahan, Kubuntu lebih menggunakan paket dari KDE/Qt daripada GTK+ toolkit berbasis aplikasi. Tetapi, ada beberapa cara untuk menginstal dari sistem peranti yang berbeda ini, contohnya Menginstall Ubuntu kemudian menambahkan KDE, atau menginstall Kubuntu 'metapackage'. Website resminya ~> http://www.kubuntu.org

NB : Akan saya tambahkan distro lainnya pada kesempatan selanjutnya.

Cara Install Mozilla Firefox di Linux

Kebanyakan orang pasti sudah mengenal Mozilla Firefox. Mozilla Firefox merupakan salah satu browser terpopuler yang dikembangkan oleh Mozilla Foundation. Browser yang berlogo "rubah api" ini sering dipakai oleh kalangan developer web dalam mengembangkan suatu situs atau hanya untuk sekedar browsing. Rasanya kurang lengkap kalau di komputer/laptop tanpa adanya browser ini. Makanya pada tutorial kali ini saya akan membagikan tutorial Cara Install Mozilla Firefox di Linux. Kalau untuk windows mas?? Untuk windows saya tidak akan membagikan tutorialnya karena cara installnya mudah sekali, tinggal klik next next next, selesai.

Cara Install Mozilla Firefox di Linux

Langkah-langkah install :
- Download dulu "file mentahnya" disini => https://www.mozilla.org/en-US/firefox/all/
- Pastikan pilih installernya versi linux ya :)
- Bila selesai download, pindahkan file hasil download ke direktori home (/home/kharisma)
- Buka terminal, ketik tar -xjvf firefox-38.0.5.tar.bz2, ENTER
- Ketik sudo rm -rf /opt/firefox*, ENTER
- Ketik sudo mv firefox /opt/firefox38.0.5, ENTER
- Ketik sudo ln -sf /opt/firefox38.0.5/firefox /usr/bin/firefox, ENTER
- Ketik firefox untuk menjalankan

Catatan :

- ganti nama direktori firefox38.0.5 sesuai keinginan Anda
- install lewat Software Center juga bisa khususnya untuk turunan ubuntu :)

Hal Yang Wajib Dilakukan Setelah Install Ubuntu

Salah satu distro linux yang paling populer yaitu Ubuntu. Ubuntu merupakan distro linux turunan Debian yang terkenal dengan kestabilannya. Sampai sekarang Ubuntu masih terus dikembangkan oleh Canonical dan sudah mencapai versi 15.04 (Vivit Vervet). Sebentar lagi kira-kira bulan sepuluh akan muncul versi LTS-nya, 15.10. Perlu diketahui perbedaan versi LTS dan non-LTS juga mempengaruhi kinerja Ubuntu itu sendiri. Perbedaannya terletak pada masa dukungan oleh Canonical dan para penggiat open source. Kalau LTS masa dukungannya bisa mencapai 5 tahun, sedangkan non-LTS hanya sampai sembilan bulan saja. Saya sarankan untuk memakai versi LTS karena dukungannya lumayan panjang.

Pun begitu berkat kemudahaan yang diberikan dalam pengoperasiannya, Ubuntu berhak mendapat gelar salah satu distro linux terpopuler. Selain itu, fitur-fitur yang ada di dalam OS ini juga tidak kalah dengan fitur-fitur di OS "kotak-kotak". Sebut saja LibreOffice atau WPS Office, aplikasi ini dapat digunakan untuk menggantikan aplikasi MS. Office. Berdasarkan pengalaman saya ada beberapa hal yang wajib Anda lakukan setelah install Ubuntu. Berikut ini ulasannya.

Hal Yang Wajib Dilakukan Setelah Install Ubuntu

Update Repository
Repository wajib diupdate setelah install Ubuntu karena berisi paket-paket aplikasi. Cara updatenya, cari daftar repository lokal atau non-lokal yang ada di internet terus copy ke file /etc/apt/sources.list dengan perintah sudo gedit /etc/apt/sources.list. Selanjutkan ketikkan di terminal sudo apt-get update.

Upgrade Paket-Paket Aplikasi
Upgrade paket aplikasi diperlukan untuk memperbarui paket aplikasi ke versi terbaru. Versi terbaru berisikan pembetulan dari beberapa bug atau peningkatan security dari Ubuntu. Upgrade bisa dilakukan melalui Software Updater ataupun lewat terminal. Kalau lewat terminal ketikkan perintah "sudo apt-get upgrade && sudo apt-get disk-upgrade".

Install Plugin
Karena Ubuntu tidak menyediakan plugin di dalam paket installernya, kita harus install plugin secara manual. Buka Ubuntu Software Center ketikkan "ubuntu restricted extras", lalu install. Ubuntu Restricted Extras merupakan paket plugin mp3, avi, mpeg, TrueType, Java, Flash, Codecs, dan lain-lain. Kalau pluginnya tidak diinstall Anda tidak dapat memutar film/video maupun lagu dan jika mengakses web yang ada animasi flashnya maka animasi tersebut tidak akan tampil.

Install Aplikasi Penting
Install aplikasi yang menurut Anda penting dan sering digunakan. Sebagai contoh saya sering memakai Google Chrome dan VLC Media Player. Saya harus menginstall keduanya untuk menunjang kegiatan sehari-hari saya dalam mengoperasikan Ubuntu. Untuk install aplikasi, bisa dicari di Ubuntu Software Center.

Uninstall Aplikasi Yang Jarang Dipakai
Untuk aplikasi yang jarang dipakai bisa Anda sesuaikan sendiri. Tergantung kebutuhan Anda. Kalau saya misalnya Thunderbird Mail dan Amazon yang merupakan aplikasi bawaan Ubuntu. Kedua aplikasi tersebut jarang dipakai dan saya uninstall untuk menambah free space harddisknya.

Bersihkan Ubuntu Dari "Junk File"
Junk file disini maksudnya file-file sampah yang tertinggal setelah uninstall aplikasi. Buka terminal, ketikkan perintah "sudo apt-get autoremove -y && sudo apt-get clean".

Nah, itu dulu yang bisa saya sampaikan. Bila ada pendapat lain dapat disampaikan di kolom komentar. Sampai jumpa di artikel saya selanjutnya. See you next time.

Sekilas Tentang ElementaryOS

ElementaryOS merupakan sebuah distro linux berbasiskan Ubuntu. Distro ini menggunakan desktop environment-nya sendiri yang bernama Pantheon dan terintegrasi dengan aplikasi bawaan elementary OS lainnya, seperti Plank (sebuah dock-bar berbasiskan Docky), peramban web Midori, dan Scratch (teks editor yang sederhana). Distro ini menggunakan Gala sebagai Window Managernya, yang berbasiskan pada Mutter Windows Manager. 

Distro ini pada awalnya bermula dari sepaket tema dan aplikasi-aplikasi yang ditujukan untuk Ubuntu, namun kemudian berubah fungsi menjadi sebuah distro linux tersendiri. Sebagai turunan dari Ubuntu, distro ini kompatibel dengan repositori dan paket-paket milik Ubuntu. Distro ini juga menggunakan software center milik Ubuntu untuk menangani pemasangan dan pencopotan perangkat lunak, meskipun begitu software center elementary sendiri sedang dalam pengerjaan. Tampilan antar mukanya dibuat agar terlihat intuitif bagi pengguna-pengguna baru tanpa menggunakan banyak sumber daya dan desainnya serupa dengan sistem operasi OS X dari Apple.

Versi stabil pertama dari elementary OS adalah "Jupiter", diluncurkan pada Maret 2011 dan berbasis Ubuntu 10.10. Sejak Oktober 2012, versi ini tidak lagi didukung dan berarti juga tidak lagi bisa diunduh di situs resmi elementary OS.

Pada bulan November 2012, versi beta pertama dari elementary OS bernama kode "Luna" dirilis, yang menggunakan Ubuntu 12.04 LTS sebagai dasarnya. Versi beta kedua dari "Luna" dirilis pada tanggal 6 May 2013, melakukan perbaikan dari 300 bug dan beberapa perubahan seperti peningkatan dukungan untuk berbagai localization, dukungan layar ganda dan pembaruan beberapa aplikasi.

Pada tanggal 7 Agustus 2013, jam hitung mundur muncul pada situs resmi elementary OS yang berakhir pada 10 Agustus 2013. Versi stabil kedua dari elementary OS, bernama "Luna", diluncurkan pada 10 Agustus 2013, dengan perombakan total dan desain ulang situs resminya. Nah, untuk sekarang versi stabil ketiga ElementaryOS sudah dirilis dengan codename "Freya" yang diturunkan dari Ubuntu 14.04 LTS. Cek aja di web resminya => https://elementary.io. eOS Freya ini tersedia untuk komputer 32-bit dan 64-bit.

Keunggulan dari ElementaryOS :

- Desainnya terkesan elegan
- Ringan, tidak haus RAM
- Support repository Ubuntu
- Support aplikasi .deb
- Basic command line-nya seperti Debian dan Ubuntu (sudo apt-get)
- Booting dan shutdown lumayan cepat

Kelemahan dari ElementaryOS :

- Agak ribet dikustomisasi karena minimnya forum/blog yang membahas ElementaryOS
- Rentang waktu rilis versi finalnya terlalu lama
- Tidak ada aplikasi pengolah dokumen semisal LibreOffice, harus install manual

Screenshot eOS saya

Screeshot Desktop

Screenshot File Explorer

Screenshot About

Cara Install Google Chrome di Ubuntu 14.04

Google Chrome

Kebanyakan orang pasti telah mengenal browser Google Chrome. Browser buatan Google ini sangat digandrungi oleh masyarakat karena kecepatannya dalam mengakses halaman suatu web/blog. Selain segi kecepatan, konon Google Chrome juga memiliki segi keamanan yang lumayan tinggi dan juga terasa ringan ketika dijalankan. Menurut saya, browser ini wajib diinstall di komputer/laptop Anda. Untuk pengguna Windows cara menginstallnya sangat mudah, cukup dengan mendownload file installernya lalu tinggal klik dua kali, Next, Next, Next dan Google Chrome pun sudah terpasang. Namun, untuk pengguna linux khususnya Ubuntu cara menginstallnya agak ribet sedikit. Berikut ini penjelasan mengenai cara menginstall Google Chrome di Ubuntu 14.04 LTS :

- Pertama-tama download dulu file installer Google Chrome yang berekstensi .deb. Download lewat URL ini ~> http://goo.gl/2d4rmY.
- Pastikan file installernya sesuai dengan arsitektur Ubuntu Anda, 32 bit atau 64 bit.
- Tunggu sampai proses downloadnya selesai.
- Bila sudah selesai, pindahkan file installer Google Chrome tadi ke direktori home Anda. Misal /home/kharisma.
- Buka terminal, ketikkan sudo apt-get install libappindicator1, tekan enter. Masukkan password root Ubuntu Anda.
- Kemudian ketikkan sudo dpkg -i google-chrome-stable_current_i386.deb, tekan enter.
- Tunggu sampai proses instalasinya selesai

Itulah cara install Google Chrome melalui terminal. Kalau melalui Ubuntu Software Center saya belum pernah mencobanya. Sekian terima kasih.

NB : Pastikan komputer/laptop Anda terhubung internet dan koneksinya stabil.

Daftar Repository Lokal Ubuntu 14.04 LTS

Ubuntu 14.04 LTS

Ubuntu merupakan salah satu linux terpopuler di kalangan pengguna linux se-Indonesia. Mungkin karena tampilannya yang user friendly membuat para pemula dan kalangan mastah menjadi tertarik untuk meminang Ubuntu. Nah, pada pertemuan kali ini saya akan membagikan daftar repository lokal Ubuntu 14.04 LTS (Long Term Support). Namun alangkah baiknya kita bahas dulu pengertian dari Repository. Repository disini merupakan suatu kumpulan berbagai macam aplikasi atau suatu paket aplikasi distribusi Linux dan biasa disingkat dengan Repo. Untuk macamnya, repository terdiri dari 2 jenis yaitu repository online dan repository offline. Repo Online biasanya berbentuk alamat web protokol http atau juga bisa ftp server. Sedangkan Repo Offline biasanya dikemas dalam bentuk CD/DVD.

Pada Repository Ubuntu, terdiri atas 4 komponen yakni Main, Restricted, Universe dan Multiverse.

- Main adalah software yang didukung secara resmi.
- Restricted adalah software yang didukung, namun tidak berada dalam lisense dengan penuh.
- Universe adalah software yang dikelola oleh komunitas-komunitas ubuntu.
- Multiverse adalah software yang tidak gratis.

Berikut ini daftar repository lokal (online) Ubuntu 14.04 LTS :

Repo dari Universitas Indonesia

deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty-updates main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty-security main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty-backports main restricted universe multiverse
deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty-proposed main restricted universe multiverse

Repo dari Institut Teknologi Bandung

deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu trusty main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu trusty-updates main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu trusty-security main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu trusty-backports main restricted universe multiverse
deb ftp://ftp.itb.ac.id/pub/ubuntu trusty-proposed main restricted universe multiverse

Repo dari Universitas Gajah Mada

deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ trusty main restricted universe multiverse
deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ trusty-updates main restricted universe multiverse
deb http://repo.ugm.ac.id/ubuntu/ trusty-security main restricted universe multiverse


Ketiga repository lokal (Repo UI, Repo ITB, dan Repo Ubaya) tersebut masih aktif dan bisa digunakan sampai sekarang. Bila salah satu repo diatas ada yang mati silahkan sampaikan ke kolom komentar di bawah. Kami akan merespon keluhan Anda secepatnya. Silahkan dicoba :)

Salam Go Open Source !!!