Tampilkan postingan dengan label Administrasi Server. Tampilkan semua postingan

Konfigurasi DNS Server di Debian 6 Squeeze

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pada pertemuan kali ini saya akan menjelaskan tentang Konfigurasi DNS Server di Debian 6 Squeeze. Bagi yang belum paham tentang pengertian DNS Server silahkan baca artikel ini ==> DNS (Domain Name System). Sebelum Anda melakukan konfigurasi dns server, Anda harus mengkonfigurasi routernya dulu. Artikelnya bisa dilihat disini ==> Konfigurasi Router di Debian 6 Squeeze. Jika routernya sudah jadi (Debian dan PC Clientnya connect internet), langkah selanjutnya yaitu login ke Debian menggunakan PuTTY. Simak tutorialnya di bawah ini.

- Login ke Debian menggunakan PuTTY
- Screenshot


- Login menggunakan IP eth0 atau IP eth1 di router Debiannya
- Screenshot di atas merupakan IP eth0 router Debian saya
- Login sebagai root dan masukkan password root



- Bila sudah login, ketikkan perintah apt-get install bind9 -y untuk menginstall paket-paket bind9
- Sebelum menginstall paket-paketnya, masukkan dulu DVD Debian Disc 1
- Lalu tekan ENTER
- Langkah selanjutnya masuk ke direktori /etc/bind/ dengan cara ketik cd /etc/bind/
- Screenshot


- Bila sudah masuk ke direktori /etc/bind/ ketikkan untuk melihat isi direktori tersebut
- Tahap selanjutnya ketikkan pico named.conf.default-zones
- Screenshot


- Copy tulisan yang ada di file named.conf.default-zones 


- Tulisan yang saya blok putih itu lah yang akan kita copy ke file named.conf.local
- Keluar dari file named.conf.default-zones dengan cara tekan tombol CTRL + X
- Buka file named.conf.local dengan cara ketik pico named.conf.local
- Screenshot


- Pastekan tulisan yang saya blok tadi dengan cara klik kanan pada mouse
- Screenshot


- Ganti tulisan localhost dengan nama domainmu contoh kharisma.net
- Ganti tulisan db.local dengan db.namamu contoh db.kharisma
- Ganti tulisan 127.in-addr.arpa menjadi 3 oktet terdepan IP eth1 (dibalik) contoh 192.168.4 dibalik menjadi 4.168.192.
- Ganti db.127 menjadi db.192 (sesuai dengan oktet IP paling depan)
- Keluar dan simpan konfigurasi file tersebut
- Copykan file db.local ke db.kharisma (db.namamu) dengan cara ketikkan cp db.local db.kharisma
- Screenshot


- Setelah itu buka dan edit file db.kharisma (db.namamu) dengan cara pico db.kharisma (pico db.namamu)
- Screenshot



- Atur sesuai screenshot di atas
- Ganti tulisan kharisma.net dengan nama domainmu sesuai nama domain yang ada di file named.conf.local
- Ganti IP 192.168.4.69 dengan IP eth1 router Debianmu
- Penulisan ns.kharisma.net, root.kharisma.net, mail.kharisma.net, dan kharisma.netharus diakhiri dengan tanda titik.
- Keluar dan simpan konfigurasinya
- Copykan file db.127 ke db.192 dengan cara ketikkan cp db.127 db.192
- Screenshot


- Buka file db.192 (pico db.192)
- Screenshot



- Atur sesuai screenshot di atas
- Keluar dan simpan
- Buka dan edit file named.conf.options dengan cara ketikkan perintah pico named.conf.options
- Screenshot



- Hapus tanda garis miring (//) di depan kata forwarders sampai tanda };
- Ganti 0.0.0.0 menjadi Nawala DNS, Google Public DNS, atau Open DNS (terserah Anda)
- Tambahkan tulisan allow-query { any; }; di bawah tanda };
- Keluar dan simpan
- Buka dan edit file /etc/resolv.conf dengan cara ketik pico /etc/resolv.conf
- Screenshot



- Tambahkan IP 192.168.4.69 (IP eth1)
- Keluar dan simpan
- Ketikkan perintah named-checkzone dan named-checkconf
- Kemudian restart bind9 dengan perintah service bind9 restart
- Screenshot


- Bila dalam merestart bind9 tidak ada tulisan failed/error kemungkinan konfigurasi Anda berhasil
- Cek konfigurasinya dengan cara ketik nslookup detik.com
- Screenshot


- Berhasil, DNSnya jalan di Debian
- Tahap berikutnya yaitu test nslookup di PC Client
- Ubah DNS PC Client menjadi 192.168.4.69
- Screenshot


- Klik OK pada screenshot di atas
- Buka CMD, ketik nslookup detik.com
- Ketik nslookup kharisma.net
- Ketik nslookup www.kharisma.net
- Ketik nslookup mail.kharisma.net
- Screenshot


- Nah, DNS di PC Client sudah berjalan normal
- Sekarang cek untuk browsing
- Buka browser, kunjungi google.com
- Screenshot


- PC Client bisa digunakan untuk browsing, berarti konfigurasi Anda dinyatakan berhasil

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Konfigurasi DHCP Server di Debian 6 Squeeze


DHCP Server berfungsi untuk memberikan alamat IP otomatis kepada komputer client sehingga komputer client tidak usah susah payah untuk mengatur IP. Cara kerjanya yaitu ketika komputer client ingin terhubung ke suatu jaringan maka komputer client tersebut mencari apakah ada server DHCP atau tidak, bila ada maka otomatis komputer client mendapatkan IP dari DHCP Server tersebut. Nah, itulah penjelasan tentang fungsi DHCP Server. Kali ini saya akan memberikan tutorialKonfigurasi DHCP Server di Debian 6 Squeeze. Simak tutorial di bawah ini.

- Login ke Debian sebagai root dan masukkan passwordnya
- Ketik perintah apt-get install dhcp3-server, tekan ENTER


- Bila muncul pesan "Do you want to continue [Y/n]?" maka tekan y untuk melanjutkan
- Bersihkan layar dengan mengetik clear, tekan ENTER


- Berikutnya kita akan mengedit file dhcpd.conf di dalam direktori /etc/dhcp/.
- Caranya ketik pico /etc/dhcp/dhcpd.conf



- Pada option domain-name, ganti menjadi domain Anda sesuai nama domain yang ada di konfigurasi dns server.
- Pada option domain-name-servers ganti menjadi ns.domainmu.net. Contoh : ns.kharisma.net
- Hapus tanda pagar di depan tulisan authoritative;
- Screenshot


- Selanjutnya cari tulian A slightly dengan menekan tombol CTRL + W
- Ketik A slightly, tekan ENTER
- Screenshot


- Hapus tanda pagar di depan subnet sampai di bawah tulisan max-lease-time
- Pada tulisan subnet, ganti IP.nya menjadi IP Network eth1 router Debian. Contoh : 192.168.4.64
- Netmasknya juga disesuaikan dengan netmask IP eth1
- Rangenya diganti dengan range IP eth1
- Pada tulisan option domain-name-servers dan option domain-name atur sesuai yang tadi
- Pada tulisan option routers, ganti menjadi IP eth1 router Debian. Misalnya 192.168.4.69
- Pada tulisan option broadcast-address ganti menjadi IP Broadcast eth1 router Debian.
- Keluar dan simpan bila sudah selesai mengaturnya
- Berikutnya kita akan mengedit file isc-dhcp-server di dalam direktori /etc/default/. Caranya ketik pico /etc/default/isc-dhcp-server
- Screenshot


- Ketik eth1 pada tulisan INTERFACES
- Keluar dan simpan konfigurasinya
- Restart DHCP Servernya dengan cara ketik service isc-dhcp-server restart
- Screenshot


- Restart pertama biasanya muncul tulisan failed
- Restart lagi, tekan tombol arah atas pada keyboard
- Cek konfigurasi DHCP pada client
- Screenshot
Klik untuk memperbesar

- Screenshot di atas menandakan bahwa konfigurasi DHCP Server saya berhasil
- Silahkan mencoba

Konfigurasi Router di Debian 6 Squeeze


Fungsi router yaitu untuk menghubungkan 2 jaringan atau lebih antara jaringan LAN dengan jaringan WAN. Di Debian Konfigurasi Router sangat penting karena semua server yang ingin dikonfigurasi harus mengkonfigurasi router dulu baru servernya. Pada pertemuan kali ini saya akan memberitahukan cara Konfigurasi Router di Debian 6 Squeeze. Simak tutorial berikut ini :

- Login sebagai Root
- Kemudian ketik perintah pico /etc/network/interfaces
- Screenshot


- Tekan ENTER
- Lalu atur IP Address eth0 dan eth1 sesuai screenshot di bawah ini
- IP eth1 sesuai selera Anda karena IP buat LAN, sedangkan IP eth0 sesuaikan range IP sumber internet/IP dari ISP Anda
- Screenshot


- Bila sudah selesai mengaturnya, silahkan keluar dan simpan dengan cara tekan tombol CTRL + X pada keyboard
- Ketik perintah pico /etc/sysctl.conf
- Screenshot


- Tekan ENTER
- Selanjutnya Anda akan disuguhi tampilan seperti di bawah ini


- Hapus tanda pagar pada tulisan net.ipv4.ip_forward=1
- Keluar dan simpan
- Ketik perintah pico /etc/rc.local
- Screenshot


- Tekan ENTER
- Ketik iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
- Screenshot


- Perhatikan besar kecilnya huruf karena sangat mempengaruhi keberhasilan konfigurasi routernya
- Keluar dan simpan
- Ketik pico /etc/resolv.conf
- Screenshot


- Tekan ENTER
- Tambahkan atau edit DNS, sesuaikan DNS dari ISP Anda
- Screenshot


- Keluar dan simpan
- Ketik service networking restart, ENTER
- Ketik ifup eth0, ENTER
- Ketik ifup eth1, ENTER
- Ketik invoke-rc.d rc.local stop, ENTER
- Ketik invoke-rc.d rc.local start, ENTER
- Test hasil konfigurasinya dengan cara PING
- Ketik ping detik.com (detik.com bisa diganti google.com, facebook.com, dll.)

Bila hasilnya seperti di bawah ini berarti konfigurasi Anda berhasil


- Selesai

Setelah selesai mengkonfigurasi dari sisi server dan hasilnya connect internet, maka langkah berikutnya adalah cek hasil konfigurasi dari sisi client. Pada langkah ini Anda perlu mengatur IP Address PC Client. Aturlah IP Address clientnya sesuai range IP eth1 di Debiannya. Misal IP Address eth1 di Debian yaitu 192.168.4.69/27 maka IP di Client harus selain 192.168.4.69. Rangenya 192.168.4.65-192.168.4.94. IP Network dan IP Broadcast tidak bisa digunakan karena sudah aturannya begitu.

Catatan : Bila Anda sudah mengkonfigurasi routernya sesuai langkah-langkah di atas, namun PC Client tidak connect internet. Maka alangkah baiknya merestart Debiannya dengan mengetik reboot lalu tekan enter.

Pengertian FTP Server


FTP Server merupakan singkatan dari File Transfer Protocol atau yang dalam bahasa indonesia berarti Protokol Pengiriman Berkas. Sesuai dengan namanya, FTP ini berfungsi untuk melakukan Pengunduhan (Download) file dan Pengunggahan (Upload)  file kepada sebuah server. FTP juga merupakan protokol yang pertama kali di  kembangkan dan masih tetap digunakan hingga saat ini. 
Banyak orang yang mengira bahwa FTP itu tidak/kurang berperan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mendownload dan mengupload file hanya menggunkan web biasa saja. Pernyataan diatas amatlah keliru, pada kenyataan teknis nya, ketika kita sedang melakukan proses download dan upload melalui sebuah website, tanpa sadar kita sebenarnya telah menggunakan protokol FTP.

Secara teknis, proses kerja dari FTP bisa dilihat pada gambar berikut :

Pengertian FTP Server



1. Membuat sebuah koneksi antara klien dan server
2. Untuk mengizinkan klien untuk mengirimkan sebuah perintah FTP kepada server
3. Dan juga mengembalikan respons server ke perintah tersebut. 

Sekali koneksi kontrol telah dibuat, maka server akan mulai membuka port 20 untuk membentuk sebuah koneksi baru dengan klien untuk mengirim data aktual yang sedang dipertukarkan saat melakukan pengunduhan dan pengunggahan.

FTP Server sendiri dibagi atas dua jenis :

- Public FTP : Biasa disebut Anonymous FTP yaitu FTP server yang mana mengizinkan siapapun untuk memperoleh (mengunduh) file-file yang terdapat pada FTP server tersebut. 
- Private FTP : yaitu FTP Server yang hanya mengizinkan orang-orang tertentu untuk mengakses file-file tersebut, biasanya menggunakan metode authentication untuk melindungi Private FTP.

    DNS (Domain Name System)

    Pengertian DNS

    (Domain Name System ; DNS) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surel (email) untuk setiap domain. Menurut browser Google Chrome, DNS adalah layanan jaringan yang menerjemahkan nama situs web menjadi alamat internet.

      

    DNS menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk Internet, ketika perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku telepon internet dimana saat pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di peramban web maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4) dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).


    Sejarah DNS

    Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International) yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi.

    Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik.

    Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

    Keunggulan DNS

    • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah computer cukup host name (nama Komputer).
    • Konsisten, IP address sebuah computer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
    • Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

    Kekurangan DNS

    • DNS tidak mudah untuk di implementasikan.
    • Tidak konsisten.
    • Tidak bisa membuat banyak nama domain.

    DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

    FUNGSI DNS

    Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan) Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

    Struktur DNS

    1. Root-Level Domains

    Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

    2. (Top Level Internet Domain, TLD)

    Merupakan rujukan kepada huruf-huruf terakhir setelah tanda titik dalam sebuah nama domain. TLD dibagi menjadi 2, yaitu:

    Generic Top Level Domain (gTLD)
     
    Dipergunakan oleh macam-macam organisasi, sebagai contoh, .com untuk organisasi komersial, .org untuk organisasi nonkomersial, edu untuk lembaga pendidikan Amerika, dll. Domain ini terdiri dari 3 huruf atau lebih. Sebagian besar gTLD tersedia untuk dapat digunakan secara luas, tetapi untuk alasan historis, .mil (militer Amerika Serikat) dan .gov (Pemerintahan Federal Amerika Serikat) dibatasi dan hanya dapat digunakan oleh kedua otoritas tersebut. Domain-domain dalam gTLD disubklasifikasikan ke dalam ranah yang disponsori (sponsored top-level domains (sTLD)), misalnya .aero, .coop dan .museum, dan ranah yang tidak disponsori (unsponsored top-level domains (uTLD)), misalnya .biz, .info, .name and .pro.

    Country Code Top Level Domain (ccTLD)

    Dipergunakan untuk kode negara atau wilayah dependensi. Terdiri dari 2 huruf, misalnya .jp untuk Jepang, .id untuk Indonesia, uk untuk Inggris, sg untuk Singapura.

    3. Second-Level Domains

    Dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com. Second level di Indonesia antara lain go.id untuk lembaga pemerintahan Indonesia ; mil.id untuk lembaga militer Indonesia ; sch.id untuk lembaga pendidikan tingkat sekolah.
    Struktur domain .id di bawah secong level domain diantaranya :

    • .ac : akademik
    • .co : company
    • .or : organisasi
    • .net : network
    • .go : government
    • .mil : military
    • .sch : school
    • .web : website
    • .war.net.id : khusus warnet

    4. Host Name

    Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

    Keberadaan DNS ini bersifat terdistribusi di seluruh dunia. Dengan pendistribusian ini maka masing-masing organisasi bertanggung jawab atas database yang berisi informasi mengenai jaringannya sendiri. Misalnya, DNS Server UNM hanya bertanggung jawab atas unm.ac.id.

    Bagaimana DNS Bekerja? 

    Secara sederhana cara kerja DNS bisa dilihat pada gambar berikut ini : 

    DNS menggunakan relasi client – server untuk resolusi nama. Pada saat client mencari satu host, maka ia akan mengirimkan query ke server DNS. Query adalah satu permintaan untuk resolusi nama yang dikirimkan ke server DNS. Pada komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server, yang biasa disebut name server.

    Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name server root server. Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi sebuah website/server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh DNS server.

    Jika permintaan tidak ada pada database, name server akan menghubungi server root dan server lainnya dengan cara sebagai berikut :

    Saat kita mengetikkan sebuah nama domain misalnya http://www. neon.cs.virginia.edu pada web browser, maka aplikasi http (resolver) akan mengirimkan query ke Name Server DNS Server local atau DNS Server Internet Service Provider. Awalnya name server akan menghubungi server root. Server root tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server edu. Selanjutnya name server akan bertanya lagi pada server edu berpa IP Address domain neon.cs.virginia.edu. Server edu tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server virginia.edu.

    Selanjutnya name server akan bertanya ke server virginia.edu tentang IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan server virginia.edu hanya mengetahui dan memberikan jawaban berupa IP Address server cs.virginia.edu Selanjutnya name server akan bertanya ke server cs.virginia.edu tentang IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan barulah cs.virginia.edu mengetahui dan menjawab berapa IP Address domain neon.cs.virginia.edu. Terakhir barulah computer client bisa secara langsung menghubungi domain neon.cs.virginia.edu dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh server cs.virginia.edu.

    IP Address milik neon.cs.virginia.edu kemudian akan disimpan sementara oleh DNS server Anda untuk keperluan nanti. Proses ini disebut caching, yang berguna untuk mempercepat pencarian nama domain yang telah dikenalnya.

    Prinsip Kerja DNS

    • Resolvers mengirimkan queries ke name server
    • Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya. Jika ditemukan maka akan diberitahukan ke revolvers dan jika tidak maka akan mengirimkan failure message.
    • Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP Addressyang diberikan name server.
    • Resolvers akan menjawab pertanyaan dengan dua cara yaitu : Melihat isi cache nya sendiri (apabila pertanyaan tersebut pernah ditanyakan dan jawabannya disimpan dalam cashe miliknya). kemudian Bertanya/query kepada dns server local serta menginterpretasikan hasilnya.

    Komponen DNS

    Ada 3 bagian yang mendukung kinerja system DNS :

    • DNS resolver, merupakan sebuah program DNS client yang dijalankan pada komputer user dan menghasilkan DNS request untuk keperluan program aplikasi. Resolver adalah bagian dari program aplikasi yang berfungsi untuk menjawab pertanyaan program aplikasi tentang domain.
    • Recursive DNS server, yang akan meneruskan pencarian DNS melalui respons (balasan) query dari resolver, dan mengembalikan jawaban ke resolver.
    • Authoritative DNS server, adalah bagian yang menangani jawaban-jawaban keluar ke query dari recursor, pada tiap-tiap bagian jawaban, atau bagian dari penunjukan/penyerahan (contohnya, penyerahan ke authoritative DNS server yang lain).

    DNS Server terdiri atas 3 jenis, yaitu :

    • Cache, jenis ini tidak mempunyai data nama-nama host dari domain tertentu. Ia hanya mencari jawaban dari beberapa dns server dan menyimpan hasil di dalam cache-nya untuk keperluan mendatang.
    • Primary (master), adalah dns server yang memegang daftar lengkap dari sebuah domain yang dikelolanya. Misalnya server admin.wordpress.com memegang otoritas penuh atas domain wordpress.com.
    • Secondary (slave), adalah backup dari primary server, apabila primary server crash atau untuk mempermudah pendelegasiannya. Secondary server juga memuat daftar lengkap dari sebuah domain, sama seperti primary (misalnya : mufari.wordpress.com).

    Sebuah contoh kasus, misalnya seorang pengguna yang berada dalam jaringan atau network tertentu, dengan menggunakan browser Internet Explorer atau browser lain mengakses situs http://kharisma-adzana.blogspot.com

    Maka hal yang terjadi adalah :

    • Browser pertama sekali akan bertanya kepada resolver di komputer tersebut berapa IP address dari http://kharisma-adzana.blogspot.com
    • Resolvers akan mencari jawaban dengan melihat isi dari cache (mungkin situs tersebut pernah diakses sebelumnya).
    • Apabila situs tersebut pernah diakses sebelumnya, maka informasi mengenai alamat IP telah ada dalam cache dan resolver akan segera memberitahu jawabannya ke browser. Namun bila jawabannya belum ada dalam cache, maka resolver akan mengontak DNS server lokal yang menjadi defaultnya (DNS Server Amikom) dan memberi jawabannya ke browser, untuk segera menampilkan informasi yang tersedia.

    Dalam kasus yang berbeda, jika name server tidak mengetahui jawabannya (atau name server tidak outoritative untuk zona tersebut), maka name server lain yang lebih autoritative yaitu Root DNS. Root DNS pasti mempunyai database yang dimaksud dan memberikannya kepada DNS server lokal. Root DNS memuat seluruh daftar nama yang ada di dunia, dan Root DNS server ini tidak hanya terdiri atas satu server saja, melainkan sekitar 13 server yang diletakkan di seluruh dunia.

    Masalah Seputar DNS 

    Ada beberapa hal yang timbul seputar DNS, diantaranya: 

    • Sistem tabel dapat digunakan untuk jumlah mesin yang tidak terlalu banyak.
    • Internet berkembang. Jumlah host bertambah. Tabel bertambah besar dan repot.
    • Perebutan nama yang “favorit” seperti :
      • Nama fungsi : sever, router
      • Nama tokoh idola : seperti tokoh kartun, artis, penguasa, pengarang, science fiction
      • Nama lokasi : kota, negara, dll.

    Penerapan DNS lainnya

    Sistem yang dijabarkan di atas memberikan skenario yang disederhanakan. DNS meliputi beberapa fungsi lainnya:  Nama host dan alamat IP tidak berarti terhubung secara satu-banding-satu. Banyak nama host yang diwakili melalui alamat IP tunggal: gabungan dengan pengasuhan maya (virtual hosting), hal ini memungkinkan satu komputer untuk malayani beberapa situs web. Selain itu, sebuah nama host dapat mewakili beberapa alamat IP: ini akan membantu toleransi kesalahan (fault tolerance dan penyebaran beban (load distribution), juga membantu suatu situs berpindah dari satu lokasi fisik ke lokasi fisik lainnya secara mudah.

    Ada cukup banyak kegunaan DNS selain menerjemahkan nama ke alamat IP. Contoh:, agen pemindahan surat Mail transfer agents(MTA) menggunakan DNS untuk mencari tujuan pengiriman E-mail untuk alamat tertentu. Domain yang menginformasikan pemetaan exchange disediakan melalui rekod MX (MX record) yang meningkatkan lapisan tambahan untuk toleransi kesalahan dan penyebaran beban selain dari fungsi pemetaan nama ke alamat IP.

    Kerangka Peraturan Pengiriman (Sender Policy Framework) secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT. Menyediakan keluwesan untuk kegagalan komputer, beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya, tigabelas server akar (root servers) digunakan oleh seluruh dunia. Program DNS maupun sistem operasi memiliki alamat IP dari seluruh server ini. Amerika Serikat memiliki, secara angka, semua kecuali tiga dari server akar tersebut. Namun, dikarenakan banyak server akar menerapkan anycast, yang memungkinkan beberapa komputer yang berbeda dapat berbagi alamat IP yang sama untuk mengirimkan satu jenis services melalui area geografis yang luas, banyak server yang secara fisik (bukan sekedar angka) terletak di luar Amerika Serikat.

    Jenis-jenis catatan DNS

    Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut :

    • A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
    • AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
    • CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
    • [MX record]]' atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
    • PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan ,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.
    • NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS. 
    • SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
    • SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
    • Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.

    Jenis catatan lainnya semata-mata untuk penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal (well-known service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.

    Perangkat lunak DNS

    Beberapa jenis perangkat lunak yang menerapkan metode DNS, di antaranya :
    • BIND (Berkeley Internet Name Domain)
    • MaraDNS
    • QIP (Lucent Technologies)
    • NSD (Name Server Daemon)
    • Unbound
    • PowerDNS
    • Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003)
    • DJBNS (Daniel J BernstreinÂ’s Domain Name System) merupakan salah satu software DNS (Domain Name Server) yang digunakan sebagai alternatif pengganti BIND (Berkeley Internet Name Domain) dimana konsep yang dijalankan berbeda namun memiliki fungsi yang sama. Data-data yang diperlukan dikumpulkan dengan melakukan pengujian atau penelitian laboratorium. Data tersebut dianalisis dengan membandingkan penggunaan BIND dengan DJBDNS. Dimana BIND memiliki kelemahan dari segi keamanan karena bersifat open source dan tidak bisa memonitoring aktfitas kegiatan servis DNS yang dilakukan sedangkan pada DJBDNS tidak bersifat open source dan bisa memonitoring aktifitas kegiatan servis DNS. Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa DJBDNS lebih mudah digunakan dalam pembuatan DNS dan lebih banyak memiliki fasilitas-fasilitas dari pada BIND, serta dari segi keamanannya juga. Penulis menyarankan agar menggunakan DJBDNS sebagai tools pendukung dalam pembuatan DNS.

    Sumber : http://teknik-inf.blogspot.com/2013/01/domain-name-system.html

    Kegunaan Software PuTTY

    Bagi Anda yang berkecimpung di dunia jaringan komputer maupun administrasi server pasti sudah mengenal yang namanya PuTTY. Dan bagi Anda yang sekolah di SMK jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) kebanyakan juga mengenalnya. Kalau menurut saya PuTTY berguna untuk meremote suatu komputer server menggunakan komputer client (laptop/PC Desktop). Biasanya saya menggunakan PuTTY untuk meremote komputer Debian saya (server). Mengapa menggunakan PuTTY mas?? Karena dengan menggunakan PuTTY proses konfigurasi pembuatan server di Debian lebih mudah. Apalagi pas pembuatan DNS Server di Debian. Sangat menguntungkan sekali. Oiya, syarat supaya komputer server dapat diremote oleh PuTTY yaitu komputer server harus sudah terinstall SSH Server. Bila masih bingung dengan penjelasan saya lain kali akan saya buatkan tutorial cara menggunakan PuTTY supaya paham apa sih PuTTY itu.

    PuTTY

    Fungsi Router dan Jenis Router


    Router adalah perangkat keras dalam jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan dua jaringan atau lebih yang mempunyai protocol sama, sehingga dengan menggunakan router kita bisa menghubungkan 2 IP Address yang memiliki host berbeda. Contohnya kita bisa menghubungkan jaringan WAN IP Addressnya 36.72.99.10 dengan jaringan LAN IP Addressnya 192.168.1.1. Router sangat berperan untuk jaringan berskala menengah ke atas karena digunakan untuk membagi jaringan. Router memiliki beberapa jenis, diantaranya :

    - Router Aplikasi
    - Router Hardware, dan
    - Router PC

    Keterangan

    - Router Aplikasi merupakan perangkat lunak atau program aplikasi yang dapat kita install pada komputer sehingga sistem operasi tersebut bisa berfungsi sebagai router, beberapa contoh router aplikasi diantaranya: winroute, wingate, mikrotik dan lain-lain.
    - Router Hardware merupakan perangkat keras pada jaringan komputer yang mempunyai fungsi sebagai router sehingga perangkat keras tersebut dapat membagi IP Address.
    - Router PC merupakan sistem operasi yang diinstal pada komputer sehingga komputer tersebut mempunyai kemampuan untuk membagi jaringan. Minimal Router PC/PC Router harus memiliki 2 Ethernet (LAN Card).

    Jika ditinjau secara umum jenis router ada 2 macam diantaranya :

    Router Static merupakan router yang mempunyai tabel routing static sehingga harus disetting secara manual oleh adminisrator.
    Router Dinamic merupakan router yang mimiliki tabel routing dinamic yang memiliki kemampuan mendengarkan lalu lintas jaringan dan saling berhubungan dengan router yang lain 

        Pengertian DHCP dan Kelebihan DHCP


        DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

        Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP Server. Setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut.

        Setelah periode waktu tertentu, maka pemakaian DHCP Client tersebut dinyatakan selesai dan client tidak memperbaharui permintaan kembali, maka nomor IP tersebut dikembalikan kepada DHCP Server, dan server dapat memberikan nomor IP tersebut kepada Client lain yang membutuhkan. Lama periode ini dapat ditentukan dalam menit, jam, bulan atau selamanya. Jangka waktu disebut leased period.

        Kelebihan DHCP
        • Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
        • DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
        • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
        • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
        • DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter konfigurasi lainnya kepada client.